akhirnya nikah juga

July 14th, 2008 by athok

hmmmmm akhirnya akad nikah akan
berlangsung juga besok jumat (10 juli 08)…

yah, semoga ajah dengan adanya hidup baru ini semua bisa berjalan
dengan lebih baik, lebih teratur, dan lebih bahagia dari sebelumnya…

Semoga semua kenangan buruk ttg org
di masa lalu bisa dihapuskan dengan kehadirannya…

Emang siy terkesan dadakan banget.
Yah emang bener2 mendadak nikah siy sebenernya… orangnya pun belon tau kayak
gimana… tapi kata shohib siy baik n ga macem2.Heheh… yah doain aja deh biar
lancar n bisa akur terus, ngga ada masalah2 yang bisa bikin retak rumah tangga,
bisa didik anak2 dengan bener….

AmiiiiiiiN……

Rencana kamis pagi berangkat tp
mampir dulu ke ampel,,, setelah maghrib start berangkat ke kenjeran… trus
dilanjut honey moon kali yah sampe hari ahad…. sabtu minta free day ke
kantor, senin mulai aktifitas lagi dengan suasana baru….

Hmmmm…. jadi ngga sabar
nungguin… Duh pake baju apa yah? Bingung ngga ada persiapan apa2… dadakan
banget siy. Kemarin udin sempet ngajakin mau nemenin nyari baju n sandal buat
hari kamis, tapi nb ngga enak soalnya hari ini udin dah balik duluan ke solo….

Ya udah lah apa adanya ajah… yang penting happy

JADWAL PERINGATAN HAUL HABAIB SEJAWA

May 31st, 2008 by athok

JADWAL PERINGATAN HAUL HABAIB SEJAWA

NO NAMA BULAN TEMPAT
1. Habib Hadi Bin Abdullah Al-Haddar Minggu, 1 Muharram Lateng Banyuwangi
2. Fakhrul Wujud Syekh Abubakar Bin Syalim Muharram Cidodol Jakarta Selatan
3. Habib Abubakar Bin Husein Assegaf 27 Muharram Bangil Pasuruan
4. Habib Husein Bin Hadi Al-Hamid 12 Shafar Brani Probolinggo
5. Habib Abdullah Bin Ali Al-Haddad 27 Shafar Bangil Pasuruan
6. Habib Hasan Bin Muhammad Al-Hadad Shafar Minggu Terakhir Kota, Jakarta Utara
7. Do’a Tolak Bala dan Maulid di Pon-Pes Darul Hadist Alfagihiyah Shafar Rabu Terakhir Alun-alun Malang
8. Habib Abdul Qadir Bib Alwi Assegaf Rabiul Awal, Minggu Pertama Tuban
9. Maulid di Makam Habib Ahmad Al-Haddad Rabiul Awal Minggu Pertama Sore Habib Kuncung Kalibata
10. Habib Ali Bin Husein Al-Atthas Rabiul Awal, Selasa Terakhir Buluh Condet Jakarta
11. Habib Abdullah Bin Muchsin Al-Atthas. (Selasa malem Maulid, Rabu pagi Haul ) Rabiul Awal Rabu Terakhir Empang bogor
12. Maulid di Habib Abubakar Assegaf Rabiul Awal Jum’at Pertama Gresik
13. Maulid di Habib Muhammad Al-Aydrus Rabiul Awal Jum’at Pertama Ketapang Kecil Surabaya
14. Habib Ali Bin Abdulrahman Al-Habsyi (Rabu sore Ziarah, Kamis sore maulid) Rabiul Awal Rabu Terakhir Kwitang Jakarta Pusat
15. Maulid di Darul Aitam Rabiul Awal Jumat Pagi Tanah Abang Jakarta
16. Habib Muchsin Bid Muhammad Al-Atthas (Haul & Maulid) Rabiul Awal Sabtu Pagi Alhawi Condet Jakarta
17. Maulid di Habib Ahmad Al-Atthas 15 Malam Rabiul Awal Pekalongan
18. Habib Salim Bin Ahmad Bin Zindan Rabiul Awal Senin Sore Otista Jakarta Timur
19. Maulid di Habib Abdulrahman Assegaf Rabiul Awal Minggu Pagi Al Busro Citayam
20. Habib Ali Bin Muhammad Al-Habsyi (Simthuduror) 20 Rabiul Tsani Gurawan Solo
21. Habib Muhammad Bin Idrul Al-Habsyi 22 Rabiul Tsani Ampel Surabaya
22. Habib Muhammad Bib Ahmad Al-Muhdhor 22 Rabiul Tsani Ampel Surabaya
23. Habib Abubakar Bin Syofi Al-Habsyi 22 Rabiul Tsani Ampel Surabaya
24. Habib Idrus Bin Abubakar Al-Habsyi 22 Rabiul Tsani Ampel Surabaya
25. Habib Umar Bin Abdulrahman Al-Atthas 23 Rabiul Tsani Petamburan Jakarta
26. Habib Alwi Bin Salim Al-Aydrus 23 Rabiul Tsani Tanjung Malang
27. Habib Umar Bin Hud Al-Atthas 29 Rabiul Tsani Cipayung Jawa Barat
28. Habib Muhammad Bin Husein Al-Aydrus Jumadil Awal Kamis Terakhir Ketapang Kecil Surabaya
29. Habib Ahmad Bin Abdullah Al-Aydrus Jumadil Akhir Minggu Pertama Benhil Jakarta Pusat
30. Habib Husein Bin Muhammad Al-Haddad Jumadil Akhir Sabtu Ketiga Ampel Surabaya
31. Habib Ja’far Bin Syekhon Assegaf Jumadil Akhir Minggu Ketiga Masjid Jami’ Pasuruan
32. Habib Abdul Qodir Bin Ahmad Bilfaqih Jumadil Akhir Minggu Terakhir Alun-alun Malang
33. Habib Abdullah Bin Abdul Qodir Bilfaqih Jumadil Akhir Minggu Terakhir Alun-alun Malang
34. Habib Muhammad Bin Thohir Ba’bud Rajab Minggu Pertama Ds.Paleng Ploso Kediri
35. Khataman Bukhari di Habib Ahmad Al-Atthas 12 Rajab Pekalongan
36. Khataman  Bukhari di Masjid Al-Hawi 26-27 Rajab Condet Cililitan Jakarta
37. Khataman Bukhari di Habib Abubakar Assegaf Rajab Jum’at Terakhir Grasik Surabaya
38. Habib Syeh Bin Salim Al-Atthas 27 Rajab Tipar Sukabumi
39. Habib Muhdor Bin Muhammad Al-Muhdor 29 Rajab Bondowoso
40. Habib Balawi, Al-Syathiri, Al-Qudsi 10 Sya’ban Kp.Bandan Jakarta Utara
41. Habib Ahmad Bin Tholib Al-Atthas 14 Sya’ban Pekalongan
42. Habib Muhammad Bin Thohir Al-Haddad 15 Sya’ban Tegal
43. Habib Muhammad Bin Abdulrahman Assegaf 16 Pagi Sya’ban Indramayu Jawa Barat
44. Habib Ali Bin Abdulrahman Al-Habsyi (Ziarah dimakam Habib Ali, Besoknya Haul) Sya’ban Sabtu Ketiga Kwitang Jakarta Pusat
45. Habib Salim Bin Thoha Al-Haddad Sya’ban Jum’at Terakhir Damai Kalibata
46. Habib Ahmad Bin Alwi Al-Haddad Sya’ban Minggu terakhir Rawajati Kalibata
47. Habib Syech Bin Ahmad Bafaqih Syawal Kamis Kedua Boto Putih Surabaya
48. Habib Umar Bin Ja’far Assegaf 5 Syawal Cibeduk Tapos Jawa Barat
49. Habib Sholeh Bin Muchin Al-Hamid Syawal Minggu Kedua Tanggul Jember
50. Habib Ahmad Bin Ali Bafaqih Syawal Sabtu Terakhir Ds. Tempel Yogyakarta
51. Habib Husein Bib Abubakar Al-Aydrus Syawal Minggu Terakhir Luarbatang Jakarta Utara
52. Majlis Burdah Habib Muhammad Al-Aydrus Syawal Kamis Kedua Ketapang Kecil Surabaya
53. Habib Alwi Bin Muhammad Assegaf 10 Dzulhijah Gresik Kota Surabaya
54. Habib Abubakar Bin Muhammad Assegaf 17 Dzulhijah Masjid Jami’ Gresik
55. Habib Harun Bin Abdullah Baharun 17 Dzulhijah Sumur Songo Gresik

Renungan Suci Malam Tahun Baru 2008

May 26th, 2008 by athok
      

Renungan Suci Malam Tahun Baru 2008

Bersama Gus Suyuthi Dahlan

 17.jpgMenyadari perkembangan ilmu dan teknologi serta pola kehidupan masyarakat
modern yang semakin pesat, bersifat kompleks, persaingan dan kompetisi
yang semakain tajam bahkan tidak terkendali, kehidupan modern yang
berorientasi materi dan kenikmatan
sesaat yang menimbulkan tekanan fisik dan psikis yang nyaris memporak-porandakan dan merusak tatanan
kehidupan serta menjerumuskan manusia ke lembah kenistaan dan
kehancuran. Bahkan menyebabkan manusia semakin jauh dari esensi p
enciptaannya, yakni illaa liya’buduun (hanya mengabdi dan menyembah kepada Allah) tentunya dengan berbagai macam aplikasi dan penafsirannya.

Al-Quran dan hadits sebagai pusaka dan perisai
serta pedoman hidup setiap muslim, pelan tapi pasti semakin
ditinggalkan oleh mayoritas kaum muslimin. Bahkan terasa asing
kedengarannya di abad modern ini. Manusia semakin lupa
dan
jauh dari Tuhannya, lebih ironis lagi Al-Quran sebagai wahyu dan
Kalamullah jauh tidak berarti dibandingkan dengan konsep-konsep
pakar-pakar orientalis. Di sisi lain kaum muslimin dengan Al-Quran
sebagai karya agung Allah Yang Maha Agung yang telah diakui
keontetikan, kemurnian, dan keilmiahannya oleh berbagai pihak, baik
dari kalangan muslim maupun non muslim, justru kini hanya dijadikan
sebagai sebatas pajangan dan hiasan rumah serta identitas yang bersifat
formalitas oleh kebanyakan kaum muslimin dari semua k
alangan
dan latar belakang pendidikannya. Apalagi Al-Hadits maupun kalam-kalam
hikmah yang dihasilkan oleh pakar-pakar muslim yang bijak dan
berakhlaqul karimah sudah semakin tidak terdengar lagi faedah dan
manfa’atnya bagi peningkatan kualitas perilaku dan akhlaq kaum muslimin
itu sendiri, sehingga seakan-akan menjadi bom waktu yang akan membunuh
dan menenggelamkan eksistensi serta keberadaan kaum muslimin di abad
millennium yang bersifat kompetitif.

40.jpgPemuda
sebagai bagian generasi penerus cita-cita luhur perjuangan agama di
masa mendatang tentunya bukan saja dituntut untuk meningkatkan kualitas
intelektualnya. Akan tetapi tidak kalah pentingnya harus ditunjang
dengan keluhuran budi pekerti, keistiqomahan ibadah, kefahaman aqidah
dan syari’ah serta keberanian menegakkan kebenaran di tengah-tengah
kebathilan yang semakin menggurita dan menggerogoti sendi-sendi
kemulyaan agama Islam.

Sudah
menjadi kenyataan bahkan membudaya tradisi tutup tahun ditandai dengan
berbagai macam kegiatan-kegiatan yang bersifat hura-hura, mubadzir,
mudhorot, sia-sia dan merugikan baik secara materi maupun non materi.

50.jpgPesantren
sebagai benteng kokoh utama sekaligus sebagai salah satu pelaku utama
penerjemah konsep-konsep agama dalam kehidupan bermasyarakat dan
bernegara, tentunya ikut bertanggug jawab menyelamatkan masyarakat
muslim pada umumnya dan muda-mudi pada khususnya agar tidak hanyut dan
ikut pada perilaku dan  budaya  bathil  yang
sengaja di desain sedemikian rupa sehingga memberikan daya tarik yang
sangat kuat untuk mempengaruhi dan merubah kepribadian muslim menjadi
pribadi jahiliyah modern.

Berdasarkan
kenyataan di atas maka lembaga pendidikan sosial kemasyarakatan Pondok
Pesantren Nurul Ulum Kebonsari Malang, memberikan alternatif kegiatan
yang bersifat positif dan bernafaskan Islam yang dikemas dalam acara
Renungan Suci Malam Tahun Baru.

Berangkat
dari kegiatan yang bersifat positif yang berorientasi pada syariat dan
berlandaskan pada Al-Quran dan Hadits, serta bercermin pada ahlaqul
karimah, marilah kita tutup akhir tahun 2007 dan kita songsong tahun
baru 2008 dengan peningkatan kualitas dan kuantitas amaliyah, ukhuwah
wathoniyah, insaniyah, islamiyah dan ubudiyah.

       

Resep makanan ciNta

May 26th, 2008 by athok

Resep makanan ciNta
(kiriman dari teman)

BAHAN:
> 1 pria sehat, 1 wanita sehat, 100% Komitmen, 2 pasang restu orang tua, 1
botol kasih sayang murni.

BUMBU:
> 1 balok besar humor, 25 gr rekreasi, 1 bungkus doa, 2 sendok teh
telpon-telponan, Semuanya diaduk hingga merata dan mengembang.

TIPS:
> Pilih pria dan wanita yang benar-benar matang dan seimbang.
> Jangan yang satu terlalu tua dan yang lainnya terlalu muda karena dapat
mempengaruhi kelezatan (sebaiknya dibeli di toserba bernama TEMPAT IBADAH,
walaupun agak jual mahal tapi mutunya terjamin.)
> Jangan beli di pasar yang bernama DISKOTIK atau PARTY karena walaupun
modelnya bagus dan harum baunya tapi kadang menipu konsumen atau kadang
menggunakan zat pewarna yang bisa merusak kesehatan.
> Gunakan Kasih sayang cap ‘IMAN, HARAP & KASIH’ yang telah mendapatkan
penghargaan ISO dari Departemen Kesehatan dan Kerohanian

Cara Memasak :
> Pria dan Wanita dicuci bersih, buang semua masa lalunya sehingga tersisa
niat yang murni.
> Siapkan loyang yang telah diolesi dengan komitmen dan restu orang tua
secara merata.
> Masukkan niat yang murni ke dalam loyang dan panggang dengan api cinta,
merata sekitar 30 menit di depan penghulu.
> Biarkan di dalam loyang tadi dan sirami dengan semua bumbu di atas.
> Kue siap dinikmati.

Catatan: Kue ini dapat dinikmati oleh pembuatnya seumur hidup dan paling
enak dinikmati dalam keadaan kasih yang hangat. Tapi kalau sudah agak
dingin, tambahkan lagi humor segar secukupnya, rekreasi sesuai selera,
serta beberapa potong doa kemudian dihangatkan lagi di oven bermerek
‘Tempat Ibadah’ diatas api cinta. Setelah mulai hangat, jangan lupa
telepon-teleponan bila berjauhan.

“Ojt Trana, NPLCT”

Ndeso (kiriman dr teman)

May 24th, 2008 by athok

Deso (baca ndeso) itulah sebutan untuk orang yang norak, kampungan, udik, shock culture, Countrified dan sejenisnya. Ketika mengalami atau merasakan sesuatu yang baru dan sangat mengagumkan, maka ia merasa takjub dan sangat senang, sehingga ingin terus menikmati dan
tidak ingin lepas, kalau perlu yang lebih dari itu. Kemudian ia menganggap hanya dia atau hanya segelintir orang yang baru merasakan
dan mengalaminya. Maka ia mulai atraktif, memamerkan dan sekaligus mengajak orang lain untuk turut merasakan dan menikmatinya, dengan
harapan orang yang diajak juga sama terkagum-kagum sama seperti dia.

Lebih dari itu ia berharap agar orang lain juga mendukung terhadap langkah-langkah untuk menikmatinya terus-menerus. Hal ini biasa, seperti saya juga sering mengalami hal demikian, tetapi kita terus berupaya untuk terus belajar dari sejarah, pengalaman orang lain, serta belajar bagaimana caranya tidak jadi orang norak, kampungan alias deso.

Semua kampus di Jepang penuh dengan sepeda, tak terkecuali dekan atau bahkan Rektorpun ada yang naik sepeda datang ke kampus.
Sementara si Pemilik perusahaan Honda tinggal di sebuah apartemen yang sederhana. Ketika beberapa pengusaha ingin memberi pinjaman
kepada pemerintah Indonesia mereka menjemput pejabat Indonesia di Narita. Dari Tokyo naik kendaraan umum, sementara yang akan
dijemput, pejabat Indonesia naik mobil dinas Kedutaan yaitu mercy.

Ketika saya di Australia berkesempatan melihat sebuah acara ceremony dari jarak yang sangat dekat, dihadiri oleh pejabat setingkat menteri, saya tertarik mengamati pada mobil yang mereka pakai Merk Holden baru yang paling murah untuk ukuran Australia. Yang menarik, para pengawalnya tidak terlihat karena tidak berbeda penampilannya dengan tamu-tamu, kalau tidak jeli mengamati kita tidak tahu mana pengawalnya.
Di Sidney saya berkenalan dengan seorang pelayan restoran Thailand . Dia seorang warga Negara Malaysia keturunan cina, sudah selesai S3,
sekarang lagi mengikuti program Post Doc, Dia anak serorang pengusaha yang kaya raya.
Tidak mau menggunakan fasilitas orang tuanya malah jadi pelayan. Dia juga sebenarnya dapat beasiswa dari perguruan tingginya.

Satu bulan saya di jepang tidak melihat orang pakai hp communicator, mungkin kelemahan saya mengamati. Dan setelah saya baca Koran
ternyata konsumen terbesar hp communicator adalah Indonesia . Sempat berkenalan juga dengan seorang yang berada di stasiun kereta di
Jepang, ternyata dia anak seorang pejabat tinggi Negara, juga naik kereta. Yang tak kalah serunya saya juga jadi pengamat berbagai
jenis sepatu yang di pakai masyarakat jepang ternyata tak bermerek, wah ini yang deso siapa yaa?

Sulit membedakan tingkat ekonomi seseorang baik di jepang atau di Australia, baik dari penampilannya, bajunya, kendaraannya, atau rumahnya. Kita baru bisa menebak kekayaan seseorang kalau sudah tahu pekerjaan dan jabatanya di perusahaan. Jangan-jangan kalau orang jepang diajak ke Pondok Indah bisa Pingsan melihat rumah segitu gede dan mewahnya. Rata-rata rumah disana memiliki tinggi plafon yang bisa dijambak dengan tangan hanya dengan melompat. Sehingga duduknyapun banyak yang lesehan.

Sampai akhir hayatnya Rasulullah tidak membuat istana Negara dan Benteng Pertahanan (khandaq hanyalah strategi sesaat, untuk perang
ahzab saja), padahal Rasulullah sudah sangat mengenal kemawahan istana raja-raja Negara sekelilingnya, karena Beliau punya pengalaman berdagang. Ternyata Beliau tidak menjadi silau terus ikut-ikutan latah ingin seperti orang-orang. Lalu dimana aktivitas kenegaraan dilakukan? Mengingat beliau sebagai kepala Negara.  Jawabannya ya di masjid.

Beliau punya banyak jalan yang legal untuk bisa membangun istana. Di Mekkah nikah dengan janda kaya, di madinah jadi kepala Negara, punya
hak prerogative dalam mengatur harta rampasan perang dan ada jatah dari Allah untuk dipergunakan sekehendak beliau, belum hadiah dari
raja-raja. Tetapi mengapa beliau sering kelaparan, ganjal perut dengan batu, puasa sunnah niatnya siang hari, shalat sambil duduk menahan perih perut dan seterusnya.

Ketika Indonesia sedang terpuruk, Hutang lagi numpuk, rakyat banyak yang mulai ngamuk, Negara sedang kere, banyak yang antri beras, minyak tanah, minyak goreng dll. Maka harga diri kita tidak bisa diangkat dengan medali emas turnamen olah raga, sewa pemain asing, banyak ceremonial yang gonta-ganti baju seragam, baju dinas, merek mobil, proyek mercusuar, dll, dsb, dst

Bangsa ini akan naik harga dirinya kalo utang sudah lunas, kelaparan tidak ada lagi, tidak ada pengamen dan pengemis, tidak ada lagi WTS (di Malaysia "Wanita Tak Senonoh") , angka kriminal rendah, korupsi berkurang, punya posisi tawar terhadap kekuatan global. Maka orang Deso (alias norak) tidak mampu mengatasi krisis karena tidak bisa menjadikan krisis sebagai paradigma dalam menyusun APBD dan APBN.
Nah karena yang menyusun orang-orang norak maka asumsi dan paradigma yang dipakai adalah Negara normal atau bahkan mengikut Negara maju.
Bayangkan ada daerah yang menganggarkan Sepak Bola 17 Milyar sementara anggaran kesranya 100 juta, wiiieh!

Akhirnya penyakit norak ini menjadi wabah yang sangat mengerikan dari atas sampai bawah :

- Orang bisa antri Raskin sambil pegang hp
- Pelajar bisa nunggak SPP sambil merokok
- Orang tua lupa siapkan SPP, karena terpakai untk beli tv dan kulkas
- Orang bule mabuk krn kelebihan uang, Orang kampung mabuk beli minuman patungan
- Pengemis bisa pake walkman sambil goyang kepala
- Para Pengungsi bisa berjoged dalam tendanya
- Orang beli Gelar akademis di ruko-ruko tanpa kuliah
- Ijazah S3 luar negeri bisa di beli sebuah rumah petakan gang sempit di cibubur
- Kelihatannya orang sibuk ternyata masih sering keluar masuk Mc Donald
- Kelihatannnya orang penting, ternyata sangat tahu detail dunia persepakbolaan.
- Kelihatan seperti aktivis tapi habis waktu untuk mencetin hp
- 62 tahun merdeka, lomba-lombanya masih makan kerupuk saja
- Agar rakyat tidak kelaparan maka para pejabatnya dansa dansi di acara tembang kenangan.
- Agar kampanye menang harus berani sewa bokong-bokong bahenol ngebor
- Agar masyarakat cerdas maka sajikan lagu goyang dombret dan wakuncar
- Agar bisa disebut terbuka maka harus bisa buka-bukaan
- Agar kelihatan inklusif mk hrs bisa menggandeng siapa saja, kl perlu jin tomang jg digandeng

Yang lebih mengerikan lagi adalah supaya kita tidak terlihat kere, maka harus bisa tampil keren.
Makin kiamatlah kalo si kere tidak tahu dirinya kere.

Oleh : Ika S. Creech *)

*) Penulis adalah Putra Indonesia Asli, kini bertempat tinggal di Paris, Perancis dan bekerja sebagai Pembawa Acara di salah satu stasiun di Perancis.

dan jenazah itu pun berkata

April 26th, 2008 by athok

Dan jenazah itupun berkata

Dalam menjalani hidup dan kehidupan di dunia ini, kita tidak jarang menemui berbagai macam peristiwa yang tidak masuk akal, yang masih menunjukkan adanya keterkaitan antara kehidupan dunia dan akhirat. Kita sebagai umat Islam yang beriman tentunya harus mampu mengambil pelajaran dari peristiwa-peristiwa tersebut untuk dijadikan sebagai titik tolak dalam meningkatkan kualitas iman kita terhadap adanya ‘adzab (siksa) kubur.

2149520615 Ini adalah kisah nyata, kisah penguburan seorang pejabat di sebuah

kota

di Jawa Timur. Nama dan alamat sengaja tidak disebutkan untuk menjaga nama baik jenazah dan keluarga yang ditinggalkan. Insya Allah kisah ini menjadi hikmah dan cermin bagi kita semua sebelum ajal menjemput. Kisah ini diceritakan langsung oleh seorang Mudin (pengurus jenazah), dengan

gaya

bertutur sebagai berikut:

“Saya terlibat dalam pengurusan jenazah lebih dari 16 tahun. Berbagai pengalaman telah saya lalui, sebab dalam jangka atau kurun waktu tersebut, berbagai macam jenis mayat sudah saya tangani.

Ada

yang meninggal dunia karena keceakaan, sakit tua, sakit jantung, bunuh diri dan lain sebagainya. Bagaimanapun pengalaman mengurus satu jenazah seorang pejabat yang kaya raya dan berpengaruh ini menyebabkan saya mendapatkan kesempatan “istimewa sepanjang hidup.

Inilah pertama kali saya bertemu dengan satu jenazah yang cukup aneh, menyedihkan, menakutkan sekaligus memberukan banyak hikmah. Peristiwa ini terjadi pertengahan bulan Pebruari 2001 dan kebetulan sebagai Mudin tetap saya diminta oleh anak almarhum mengurus jenazah bapaknya.3859628557

Saya terus pergi ke rumahnya. Ketika saya tiba di rumah almarhum, tercium bau sangat busuk dari jenazah tersebut. Bau yang sangat memualkan perut dan menjijikkan. Saya telah mengurus banyak jenzah tetapi tidak pernah saya bertemu dengan mayat yang sebusuk ini. Ketika saya melihat wajah almarhum, sekali lagi saya tersentuh. Saya tengok wajahnya seperti dirundung oleh macam-macam perasaan: takut, cemas, kesal dan lain sebagainya, seolah-olah tidak mendapatkan nur dari Allah SWT.

Kemudian saya mengambil kain kafan yang dibeli oleh anak almarhum dan saya potong. Secara kebetulan pula, di situ ada 2 orang yang pernah mengikuti kursus “fardlu kifayah” atau mengurus jenazah yang pernah saya ajar. Saya ajak mereka membantu saya dan mereka setuju. Tetapi selama memandikan mayat itu, kejadian pertama pun terjadi. Sekedar untuk pegetahuan pembaca, apabila memandikan jenazah, badan mayat perlu dibangunkan sedikit dan perutnya hendaknya diurut-urut untuk mengeluarkan kotran yang tersisa. Maka saya pun mengurut-urut perut almarhum. Tetapi apa yang terjadi, pada hari itu sangat mengejutkan. Allah berkehendak dan menunjukkan kekuasaan-Nya. Karena pada hari tersebut, kotoran tidak keluar dari dubur, akan tetapi dari melalui mulutnya.

Hati saya berdebar-debar. Apa yang sedang terjadi di hadapan saya ini? Telah dua kali mulut mayat ini memuntahkan kotoran, saya harap hal itu tidak terulang lagi karena saya mengurut perutnya untuk kali yang terakhir. Tiba-tiba ketentuan Allah SWT berlaku. Ketika saya urut perutnya keluarlah dari mulut mayat itu kotoran bersama beberapa ekor ulat yang masih hidup. Ulat itu seperti ulat kotoran (latung). Padahal almarhum meninggal akibat serangan jantung dan waktu kematiannya dalam tempo begitu singkat mayatnya sudah menjadi demikian rupa.

Saya lihat wajah anak almarhum. Mereka seperti terkejut, mungkin malu, terperanjat akan aib yang menimpa bapaknya. Kemudian saya tengok dua orang pembantu tadi, mereka juga terkejut dan panik. Saya katakan, “Inilah ujian Allah swt terhadap kita”.

Kemudian saya minta salah seorang dari pembantu tadi pergi memanggil semua anak almarhum. Almarhum pada dasarnya adalah seorang yang beruntung, karena mempunyai 7 orang anak, kesemuanya laki-laki. Seorang berada di luar negeri dan 6 lainnya berada di rumah. Ketika semua anak almarhum masuk, saya beri nasehat mereka. Saya mengingatkan mereka, bahwa tanggung jawab saya hanyalah membantu menguruskan jenazah bapak mereka, bukan mengurus semuanya, tanggung jawab terletak pada ahli warisnya. Sepatutnya sebagai anak, mereka yang lebih utama mengurus jenazah bapak mereka, bukan hanya mudin, imam atau guru saja.

Saya kemudian meminta ijin serta bantuan mereka untuk menunggingkan mayat tersebut. Takdir Allah, ketika mayat tersebut ditunggingkan, tiba-tiba keluarlah ulat-ulat yang masih hidup, hampir sebaskom banyaknya. Baskom itu kira-kira lebih besar sedikit dari penutup saji meja makan. Subhaanallaah, suasana menjadi makin panik. Benar-benar kejadian yang luar biasa. Saya terus berdoa berharap tidak terjadi lagi kejadian yang lebih ganjil.

Selepas itu saya memandikan kembali mayat tersebut dan saya ambilkan air wudlu. Saya meminta kain kafan kepada anak-anaknya. Saya dapati kain kafan tersebut hanya cukup untuk menutup ujung kepala dan ujung kaki, tak lebih dari itu, sehingga saya tidak dapat mengikat kepala dan kaki. Tidak keterlaluan kalau saya katakan bahwa kain kafan itu seperti tidak mau menerima mayat tadi. Tidak apalah, mungkin saya yang khilaf di kala memotongnya. Lalu saya ambil pula kain, saya potong dan saya letakkan di tempat yang kurang. Memang kain kafan jenazah itu jadi sambung-menyambung, tapi apa mau dikata, itulah yang dapat saya lakukan. Dalam waktu yang sama, saya berdoa kepada Allah, “Ya Allah, jangan Engkau hinakan jenazah ini ya Allah, cukuplah sekedar peringatan kepada hamba-Mu ini”.

     Selepas itu saya beri kalimat tentang sholat jenazah tadi. Satu lagi masalah timbul, jenazah tidak dapat diantar ke pekuburan karena tidak ada mobil jenazah atau mobil ambulan. Saya hubungi kelurahan, pusat Islam, masjid dan lain sebagainya, tapi susah. Semua sedang terpakai. Beberapa tempat tersebut juga tidak punya kereta jenazah lebih dari satu, karena kereta yang ada sedang digunakan pula. Satu hal yang saya pikir bukan hanya sekedar kebetulan.

     Dalam kondisi begini, seorag hamba Allah mennawarkan bantuan. Lelaki itu meminta saya menunggu sebentar untuk mengeluarkan mobil van (sejenis mobil pick up) dari garasi rumahnya, lantas muncullah sebuah van. Tapi ketika dia sedang mencari tempat untuk meletakkan vannya di rumah almarhum, tiba-tiba istrinya keluar. Dengan suara tegas dia berkata di hadapan khalayak ramai, “ Mas, saya tidak perbolehkan mobil kita ini dipergunakan untuk angkat jenazah ini, sebab semasa hidupnya, dia tidak pernah mengijinkan kita naik mobilnya”.

Renungkanlah, kalau tidak ada apa-apanya, tidak mungkin seorang wanita yang lembut hatinya akan berkata demikian. Jadi saya suruh bapak yang punya van itu untuk membawa kembali vannya. Selepas itu muncul pula seorang laki-laki menawarkan bantuannya. Laki-laki itu mengaku anak murid saya. Dia meminta izin saya dalam 10-15 menit untuk membersihkan vannya. Dalam waktu yang ditetapkan, muncullah mobil van tersebut, tapi dalam keadaan basah kuyup.

Mobil yang dimaksudkan itu lori yang ia gunakan untuk menjual ayam ke pasar. Dalam menuju kawasan perkuburan, saya berpesan kepada kedua pembantu tadi supaya masyarakat tidak usah membantu kami menguburkan jenazah, cukup tinggal di kampung saja akan lebih baik. Saya tidak mau mereka melihat lagi peristiwa ganjil. Rupanya apa yang saya takutkan itu berlanjut lagi. Taqdir Allah yang terakhir sangat memilukan. Sesampainya jenazah di kawasan perkuburan saya perintahkan 3 orang anaknya untuk turun ke liang kubur dan 3 lagi menurunkan jenazah. Allah berkehendak atas semua makhluk ciptaan-Nya, saat jenazah itu menyentuh tanah tiba-tiba air hitam yang busuk baunya keluar dari celah tanah yang pada asal mulanya kering. Hari itu tidak ada hujan tetapi dari mana datangnya air itu? Sukar saya untuk menjawabnya. Lalu saya arahkan anak almarhum supaya jenazah bapak mereka dikemas dalam peti dengan hati-hati. Saya takut nanti ia terlentang atau telungkup. Na’uudzubillaah, kalau mayat terlungkup, tak ada harapan untuk mendapat syafa’at Nabi.

Papan keranda diturunkan dan kami segera timbun kuburan tersebut. Selepas itu kami injak-injak tanah supaya padat dan bila hujan ia tidak mendap/ambrol. Tapi sungguh mengherankan, saya perhatikan tanah yang diinjak itu menjadi becek, saya tahu, jenazah yang ada di dalam telah tenggelam oleh air hitam yang busuk itu. Melihat keadaan tersebut saya arahkan anak-anak almarhum supaya berhenti menginjak tanah itu dan meninggalkan lubang kubur ¼ meter, artinya kuburan itu tidak ditimbun hingga ke permukaan lubangnya tetapi seperti kubur yang berlobang. Tidak cukup dengan itu, apabila hendak saya bacakan talqin, saya lihat tanah yang diinjak itu ada kesan serapan air.

Maasyaa Allaah, tidak ada dalam sejarah peristiwa itu terjadi. Melihat keadaan itu saya ambil keputusan untuk menyelesaikan penguburan secepat mungkin. Sejak lama terlibat dalam penguburan jenazah, inilah mayat yang tidak saya talqinkan, saya bacakan tahlil dan do’a. Setelah saya pulang ke rumah almarhum dan mengumpulkan keluarganya, saya bertanya kepada istri almarhum, apakah yang dilakukan almarhum semasa hayatnya? Apakah ia pernah mendzalimi orang lain? Mendapat harta dengan cara merampas, menipu dan mengambil yang bukan haknya? Memakan harta masjid dan anak yatim? Menyalah gunakan jabatan untuk kepentingan pribadi? Tidak pernah mengeluarkan zakat, shadaqah dan infaq? Istri almarhum tidak dapat memberikan jawabannya. Saya pikir dia malu untuk memberi tahu. Saya tinggalkan nomor telepon, tapi sedihnya hingga sekarang tidak seorangpun anak almarhum yang menghubungi saya. Untuk pengetahuan umum, anak alamrhum merupakan orang yang berpendidikan tinggi, hingga ada seorang yang beristri seorang

Australia

dan seorang lagi istrinya orang Jepang.

Peristiwa ini akan saya ingat dan kisah ini benar-benar nyata bukan isapan jempol belaka. Semua kebenaran saya kembalikan kepada Allah Pencipta jagad raya ini.

Kepada semua pembaca tanyalah diri kita, akankah kita mengingkari peristiwa itu terjadi pada diri kita sendiri, ibu bapak kita, anak kita atau kaum keluarga kita-kita. Renungkanlah …. 2205015702

Pada akhirnya setelah semalam merenungkan artikel ini, dalam hati berdo’a: “Ya Allah, jaukanlah aku dan keluargaku dari peristiwa itu dan peristiwa semacam itu. Ya Allah jauhkanlah aku dan keluargaku dari akhlaq yang menjadikan peristiwa itu dan peristiwa yang semacam dengan itu.” Amiin.

Tips membuat judul dan abstrak dalam penyusunan skripsi, tesis, disertasi, proposal atau karya ilmiah

April 26th, 2008 by athok

Tips membuat judul dan abstrak dalam penyusunan skripsi, tesis, disertasi, proposal atau karya ilmiah

Seorang researcher atau peneliti, sesudah melakukan sebuah penelitian, sangat disarankan untuk segera memublikasikan hasil penelitiannya. Karena banyak sekali manfaat yang akan diperoleh dengan memublikasikan hasil penelitian, terutama sekali adalah adanya tindak lanjut dari hasil penelitian (pengembangan) atau untuk menghindari tema yang sama dari penelitian itu sendiri.

Banyak sekali cara yang bisa dilakukan researcher dalam memublikasikan hasil penelitiannya, diantaranya bisa dilakukan dengan melalui presentasi pada seminar ataupun melalui jurnal-jurnal ilmiah, lokal maupun internasional.

Pada sesi kali ini kita akan membahas bagaimana menulis judul dan abstrak.

Judul

Bagaimana cara menulis judul yang baik? atau lebih tepatnya mungkin bagaimana kita menarik perhatian calon pembaca artikel kita dengan judul?

Menurut buku, ada beberapa hal yang dapat dilakukan. Pertama, judul yang kita buat harus mencerminkan isi keseluruhan makalah. Kedua adalah, usahakan judul yang dibuat menjawab pertanyaan ataupun menawarkan sebuah jawaban. Bisa juga anda membuat tulisan mengenai sesuatu hal yang sedang ramai dibicarakan, misalnya saat ini sedang ramai mengenai masalah isu pemanasan global. Cobalah buat sebuah judul artikel ilmiah mengenai hal ini, niscaya orang yang membaca judul ini akan tertarik untuk membaca keseluruhan artikel Anda.

Abstrak

Setelah judul, sebelum orang lain memutuskan untuk membaca artikel ilmiah anda yang mereka lakukan adalah membaca abstrak. Abstrak menjadi salah satu bagian terpenting dalam sebuah artikel ilmiah. Keputusan apakah seseorang tertarik dengan artikel yang anda buat sebagian besar ditentukan setelah membaca abstrak.

Untuk itu, apa yang sebenarnya dibutuhkan dalam membuat sebuah abstrak??

Ada 4 langkah penting yang harus dilaksanakan, yaitu

1.       Ciptakan ruang penelitan, hal ini dapat dilakukan dengan cara: (a) Nyatakan pentingnya bidang yang anda teliti (bisa ditunjukkan dengan banyaknya penelitian di bidang yang sama), (b) Tunjukkan kekurangan artikel ilmiah yang telah ada (dalam bidang yang sama tentu saja), (c) Tunjukkan tujuan artikel ilmiah anda

2.       Uraikan metodologi penelitian dengan jelas

3.       Nyatakan hasil penelitian (dengan singkat dan jelas tentu saja)

4.       Evaluasi-lah hasil penelitian yang telah dilakukan (kesimpulan artikel)

Panjang abstrak biasanya 100-200 kata. Menurut Hadijanto dalam Zifirdaus, tahap 2 dan 4 tidak wajib ada dalam sebuah abstrak.

Abstrak merupakan rangkuman dari isi tulisan dalam format yang sangat singkat. Untuk makalah, biasanya abstrak itu hanya terdiri dari satu atau dua paragraf saja. Sementara itu untuk thesis dan tugas akhir, abstrak biasanya dibatasi satu halaman. Untuk itu isi dari abstrak tidak perlu “berbunga-bunga” dan berpanjang lebar, cukup langsung kepada intinya saja. Memang kesulitan yang dihadapi adalah bagaimana merangkumkan semua cerita dalam satu halaman. Justru itu tantangannya. Ada juga tulisan ilmiah yang membutuhkan extended abstract. Kalau yang ini merupakan abstrak yang lebih panjang, yang biasanya disertai dengan data-data yang lebih mendukung. Biasanya extended abstract ini dibutuhkan ketika kita mengirimkan makalah untuk seminar atau konferensi.

Ini sebagian dari review saya terhadap hasi penelitian yang sudah jadi. Kebanyakan abstrak di susun atas ‘jumlah bab’ pada laporan penelitian. Jika suatu laporan/skripsi terdiri dari 5 bab: (1) pendahuluan, (2) kajian pustaka, (3) metodologi, (4) analisis dan pembahasan,  (5) penutup. Maka hendaknya menulis abstrak sebagai berikut:

1.       Paragraf pertama ringkasan dari ‘latar belakang/pendahuluan’

2.       Paragraf kedua ringkasan dari ‘kajian teori’

3.       Paragraf ketiga ringkasan dari ‘metodologi’

4.       Paragraf keempat ringkasan dari ‘analisis dan pembahasan’

5.       Paragraf kelimaringkasan dari ‘penutup/kesimpulan dan saran’

Infoskripsi.com

Imam Ahlus Sunnah Wal Jama’ah Abad 21

April 24th, 2008 by athok

Prof. Dr. As Sayyid Muhammad Al Maliki
Imam Ahlus Sunnah Wal Jama’ah Abad 21

Prof. Dr. As Sayyid Muhammad Al Maliki adalah ulama pengembang Ahlus Sunnah wal Jama’ah di tanah Hijaz (Timur Tengah). Beliau adalah seorang yang berani mengucapkan kebenaran di tengah intimidasi kaum wahabi di Mekkah. Buku-bukunya yang telah menyebar di berbagai belahan dunia, telah membuktikan bahwa beliau ulama berkaliber international.

Nama lengkapnya adalah Prof. Dr. As Sayyid Muhammad bin As Sayyid Alawi bin As Sayyid Abbas bin As Sayyid Abdul Aziz Al Maliki Al Hasani Al Makki Al Asy’ari As Syadzili. Ulama yang kesehariannya dipanggil Abuya oleh para santrinya ini dilahirkan di Makkah Al Mukarramah pada tahun 1362 H/ 1948 M. Ayah beliau bernama As Sayyid Alawi bin Abbas Al Maliki adalah seorang ulama terkemuka di mekkah dan seorang mudarris (pengajar) di Masjid Al Haram.

Mengusir Bala\’ Menepis Ketakutan

April 24th, 2008 by athok
Mengusir Bala\’ Menepis Ketakutan
Penulis: Prof. DR.Sayid Muhammad Al-Mal [ 25/12/2007 ]

Mengusir Bala\’, Menepis Kekalutan

Pada edisi lalu telah kami hadirkan do\’a-do\’a pemecah masalah dan kiat para salaf shalih menghilangkan kegelisahan hati, takut, gelisah dan rasa cemas. Dan pada edisi kali ini kami suguhkan do\’a-do\’a untuk menghidar dari bala\’, coba\’an dan kesusahan – yang merupakan kelanjutan dari edisi lalu.

Do\’a ketika ditimpa masalah, kesusahan dan coba\’an.

Dari Ibnu Abbas radiallahu \’anhu, di berkata: suatu saat Rasulullah Shallahu \’alaihi wa sallam memegang kedua sisi daun pintu, sedangkan kami berada dalam rumah. Kemudian Rasulullah Shallahu \’alaihi wa sallam bersabda: Wahai Bani Abdul Muthalib, jika suatu masalah, kesusahan dan coba\’an menimpa kalian, maka bacalah:

الله الله ربنا لا نشرك به شيئا.

\"Allah, Allah, wahai Tuhan kami, kami tidak menyekutukan Engkau dengan sesuatu apapun. (HR. Thabrani dari kitab al-Ausath wa al-Kabir).

Riwayat lain menyebutkan, bahwa \’Aisyah radhiallahu \’anhu berkata: Rasulullah Shallahu \’alaihi wa sallam bertanya kepada sekelompok orang dari Bani Hasyim: \"Apakah di antara kalian ada orang lain yang ikut bersamamu?\". Mereka menjawab: \"Tidak. Kecuali anak saudara perempuan kami (keponakan), (perawi mengatakan) atau anak perempuan Tuan kami. Rasulullah Shallahu \’alaihi wa sallam lantas bersabda: \"Apabila di antar kalian ditimpa kegelisahan atau coba\’an, maka berdoalah:

الله الله ربي لا أشرك به شيئا

\"Allah, Allah, wahai Tuhanku, kami tidak menyekutukan Engkau dengan sesuatu apapun. (HR. Thabrani dari kitab al-Ausath wa al-Kabir).

Diriwayatkan dari Asma\’ binti \’Umais radhiallahu \’anhuma, dia berkata: Rasulullah Shallahu \’alaihi wa sallam bersabda: \"Tidakkah aku telah mengajari kalian kalimat-kalimat yang dibaca ketika mendapatkan masalah, yang berbunyi:

الله الله ربي لا أشرك به شيئا

\"Allah, Allah, wahai Tuhanku, kami tidak menyekutukan Engkau dengan sesuatu apapun.\" (HR. Abu Dawud).

Do\’a Rasulullah Shallahu \’alaihi wa sallam ketika ditimpa suatu masalah.

dalam musnad al-Firdaus ada riwayat dari Ja\’far bin Muhammad al-Shadiq. Dia berkata: Ayahku telah meriwayatkan hadis kepadaku dari kakekku (Nabi Muhammad), bahwasannya bila Rasulullah Shallahu \’alaihi wa sallam ditimpa suatu masalah, beliau berdo\’a seperti ini:

اللهم احرسني بعينك التي لا تنام، واكنفني بكنفك الذي لا يرام وارحمني بقدرتك علي فلا أهلك وأنت رجائي، فكم من نعمة أنعمت بها علي قلّ لك بها شكري، وكم من بلية ابتليتني بها قلّ بها صبري، فيا من قلّ عند نعمته شكري فلم يحرمني. ويا من قلّ عند بليته صبري فلم يخذلني، ويا من رآني على الخطايا فلم يفضحني، ياذا المعروف الذي لا ينقضي أبدا،وياذا النعمة التي لا تحصى عددا، أسألك أن تصلي على محمد وعلى آل محمد وبك أدرأ في نحور الأعداء والجبارين، اللهم أعنّي على ديني بالدنيا وعلى آخرتي بالتقوى، واحفظني فيما غبت عنه ولا تكلني إلى نفسي فيما حظرته علي يا من لاتضره الذنوب ولا ينقصه العفو، هب لي ما لا ينقصك واغفرلي ما يضرك أنك أنت الوهاب، أسألك فرجا قريبا وصبرا جميلا ورزقا واسعا والعافية من البلايا وشكر العافية.

\"Ya Allah, jagalah aku dengan Mata Engkau yang tak pernah tidur, peliharalah aku dengan naungan Engkau yang tak dikehendaki. Belas kasihanilah aku, dengan takdirMu padaku maka aku tidak meninggal dan Engkau adalah pengharapanku. Betapa banyak nikmat yang Engkau berikan padaku tapi, syukurku kepada-Mu sangatlah sedikit. Betapa banyak coba\’an yang Engkau timpakan kepadku, tapi sabarku sangatlah sedikit. Duhai Dzat… ketika memberi nikmat, rasa terimakasihku sedikit, tapi Dia tidak memutus nikmatku. Duhai Dzat…ketika menurunkan coba\’an, sabarku sangatlah sedikit, tapi Dia tidak menelantarkanku. Wahai Dzat yang melihat kesalahan-kesalahan ku, tapi Engkau tidak membuka aibku, Wahai Dzat yang memiliki pengetahuan Yang tidak berkurang selama-lamanya, Wahai Dzat Yang memiliki nikmat yang tak terhitung banyaknya, aku memohon kepada Engkau untuk mencurahkan rahmat kepada Nabi Muhammad SAW dan kepada keluarga beliau. Berkat bantuanMu aku dapat menolak serangan musuh dan orang-orang jahat. Ya Allah,

Jagalah aku dari hal-hal yang tidak aku ketahui, janganlah engkau wakilkan diriku terhadap apa yang telah engkau beri. Wahai Dzat yang tidak akan tertimpa bahaya gara-gara dosa (manusia) dan tidak berkurang (sedikit pun) dikarenakan memberi ampunan, berilah aku sesuatu yang tidak mengurangi engkau dan ampunilah aku terhadap dosa yang tidak akan membahayakanmu.Sesungguhnya engkau Maha Pmemberi. Aku memohon kepada-Mu jalan keluar yang cepat, kesabaran yang baik, rizki yang luas, pertolongan dari bencana dan syukur terhadap pertolongan.

Dalam riwayat lain :

وأسألك الشكر على العافية وأسألك الغنى عن الناس ولا حول ولا قوة إلا بالله العلي العظيم

diambil dari mafahim-online.net