Archive for May, 2008

JADWAL PERINGATAN HAUL HABAIB SEJAWA

Saturday, May 31st, 2008

JADWAL PERINGATAN HAUL HABAIB SEJAWA

NO NAMA BULAN TEMPAT
1. Habib Hadi Bin Abdullah Al-Haddar Minggu, 1 Muharram Lateng Banyuwangi
2. Fakhrul Wujud Syekh Abubakar Bin Syalim Muharram Cidodol Jakarta Selatan
3. Habib Abubakar Bin Husein Assegaf 27 Muharram Bangil Pasuruan
4. Habib Husein Bin Hadi Al-Hamid 12 Shafar Brani Probolinggo
5. Habib Abdullah Bin Ali Al-Haddad 27 Shafar Bangil Pasuruan
6. Habib Hasan Bin Muhammad Al-Hadad Shafar Minggu Terakhir Kota, Jakarta Utara
7. Do’a Tolak Bala dan Maulid di Pon-Pes Darul Hadist Alfagihiyah Shafar Rabu Terakhir Alun-alun Malang
8. Habib Abdul Qadir Bib Alwi Assegaf Rabiul Awal, Minggu Pertama Tuban
9. Maulid di Makam Habib Ahmad Al-Haddad Rabiul Awal Minggu Pertama Sore Habib Kuncung Kalibata
10. Habib Ali Bin Husein Al-Atthas Rabiul Awal, Selasa Terakhir Buluh Condet Jakarta
11. Habib Abdullah Bin Muchsin Al-Atthas. (Selasa malem Maulid, Rabu pagi Haul ) Rabiul Awal Rabu Terakhir Empang bogor
12. Maulid di Habib Abubakar Assegaf Rabiul Awal Jum’at Pertama Gresik
13. Maulid di Habib Muhammad Al-Aydrus Rabiul Awal Jum’at Pertama Ketapang Kecil Surabaya
14. Habib Ali Bin Abdulrahman Al-Habsyi (Rabu sore Ziarah, Kamis sore maulid) Rabiul Awal Rabu Terakhir Kwitang Jakarta Pusat
15. Maulid di Darul Aitam Rabiul Awal Jumat Pagi Tanah Abang Jakarta
16. Habib Muchsin Bid Muhammad Al-Atthas (Haul & Maulid) Rabiul Awal Sabtu Pagi Alhawi Condet Jakarta
17. Maulid di Habib Ahmad Al-Atthas 15 Malam Rabiul Awal Pekalongan
18. Habib Salim Bin Ahmad Bin Zindan Rabiul Awal Senin Sore Otista Jakarta Timur
19. Maulid di Habib Abdulrahman Assegaf Rabiul Awal Minggu Pagi Al Busro Citayam
20. Habib Ali Bin Muhammad Al-Habsyi (Simthuduror) 20 Rabiul Tsani Gurawan Solo
21. Habib Muhammad Bin Idrul Al-Habsyi 22 Rabiul Tsani Ampel Surabaya
22. Habib Muhammad Bib Ahmad Al-Muhdhor 22 Rabiul Tsani Ampel Surabaya
23. Habib Abubakar Bin Syofi Al-Habsyi 22 Rabiul Tsani Ampel Surabaya
24. Habib Idrus Bin Abubakar Al-Habsyi 22 Rabiul Tsani Ampel Surabaya
25. Habib Umar Bin Abdulrahman Al-Atthas 23 Rabiul Tsani Petamburan Jakarta
26. Habib Alwi Bin Salim Al-Aydrus 23 Rabiul Tsani Tanjung Malang
27. Habib Umar Bin Hud Al-Atthas 29 Rabiul Tsani Cipayung Jawa Barat
28. Habib Muhammad Bin Husein Al-Aydrus Jumadil Awal Kamis Terakhir Ketapang Kecil Surabaya
29. Habib Ahmad Bin Abdullah Al-Aydrus Jumadil Akhir Minggu Pertama Benhil Jakarta Pusat
30. Habib Husein Bin Muhammad Al-Haddad Jumadil Akhir Sabtu Ketiga Ampel Surabaya
31. Habib Ja’far Bin Syekhon Assegaf Jumadil Akhir Minggu Ketiga Masjid Jami’ Pasuruan
32. Habib Abdul Qodir Bin Ahmad Bilfaqih Jumadil Akhir Minggu Terakhir Alun-alun Malang
33. Habib Abdullah Bin Abdul Qodir Bilfaqih Jumadil Akhir Minggu Terakhir Alun-alun Malang
34. Habib Muhammad Bin Thohir Ba’bud Rajab Minggu Pertama Ds.Paleng Ploso Kediri
35. Khataman Bukhari di Habib Ahmad Al-Atthas 12 Rajab Pekalongan
36. Khataman  Bukhari di Masjid Al-Hawi 26-27 Rajab Condet Cililitan Jakarta
37. Khataman Bukhari di Habib Abubakar Assegaf Rajab Jum’at Terakhir Grasik Surabaya
38. Habib Syeh Bin Salim Al-Atthas 27 Rajab Tipar Sukabumi
39. Habib Muhdor Bin Muhammad Al-Muhdor 29 Rajab Bondowoso
40. Habib Balawi, Al-Syathiri, Al-Qudsi 10 Sya’ban Kp.Bandan Jakarta Utara
41. Habib Ahmad Bin Tholib Al-Atthas 14 Sya’ban Pekalongan
42. Habib Muhammad Bin Thohir Al-Haddad 15 Sya’ban Tegal
43. Habib Muhammad Bin Abdulrahman Assegaf 16 Pagi Sya’ban Indramayu Jawa Barat
44. Habib Ali Bin Abdulrahman Al-Habsyi (Ziarah dimakam Habib Ali, Besoknya Haul) Sya’ban Sabtu Ketiga Kwitang Jakarta Pusat
45. Habib Salim Bin Thoha Al-Haddad Sya’ban Jum’at Terakhir Damai Kalibata
46. Habib Ahmad Bin Alwi Al-Haddad Sya’ban Minggu terakhir Rawajati Kalibata
47. Habib Syech Bin Ahmad Bafaqih Syawal Kamis Kedua Boto Putih Surabaya
48. Habib Umar Bin Ja’far Assegaf 5 Syawal Cibeduk Tapos Jawa Barat
49. Habib Sholeh Bin Muchin Al-Hamid Syawal Minggu Kedua Tanggul Jember
50. Habib Ahmad Bin Ali Bafaqih Syawal Sabtu Terakhir Ds. Tempel Yogyakarta
51. Habib Husein Bib Abubakar Al-Aydrus Syawal Minggu Terakhir Luarbatang Jakarta Utara
52. Majlis Burdah Habib Muhammad Al-Aydrus Syawal Kamis Kedua Ketapang Kecil Surabaya
53. Habib Alwi Bin Muhammad Assegaf 10 Dzulhijah Gresik Kota Surabaya
54. Habib Abubakar Bin Muhammad Assegaf 17 Dzulhijah Masjid Jami’ Gresik
55. Habib Harun Bin Abdullah Baharun 17 Dzulhijah Sumur Songo Gresik

Renungan Suci Malam Tahun Baru 2008

Monday, May 26th, 2008
      

Renungan Suci Malam Tahun Baru 2008

Bersama Gus Suyuthi Dahlan

 17.jpgMenyadari perkembangan ilmu dan teknologi serta pola kehidupan masyarakat
modern yang semakin pesat, bersifat kompleks, persaingan dan kompetisi
yang semakain tajam bahkan tidak terkendali, kehidupan modern yang
berorientasi materi dan kenikmatan
sesaat yang menimbulkan tekanan fisik dan psikis yang nyaris memporak-porandakan dan merusak tatanan
kehidupan serta menjerumuskan manusia ke lembah kenistaan dan
kehancuran. Bahkan menyebabkan manusia semakin jauh dari esensi p
enciptaannya, yakni illaa liya’buduun (hanya mengabdi dan menyembah kepada Allah) tentunya dengan berbagai macam aplikasi dan penafsirannya.

Al-Quran dan hadits sebagai pusaka dan perisai
serta pedoman hidup setiap muslim, pelan tapi pasti semakin
ditinggalkan oleh mayoritas kaum muslimin. Bahkan terasa asing
kedengarannya di abad modern ini. Manusia semakin lupa
dan
jauh dari Tuhannya, lebih ironis lagi Al-Quran sebagai wahyu dan
Kalamullah jauh tidak berarti dibandingkan dengan konsep-konsep
pakar-pakar orientalis. Di sisi lain kaum muslimin dengan Al-Quran
sebagai karya agung Allah Yang Maha Agung yang telah diakui
keontetikan, kemurnian, dan keilmiahannya oleh berbagai pihak, baik
dari kalangan muslim maupun non muslim, justru kini hanya dijadikan
sebagai sebatas pajangan dan hiasan rumah serta identitas yang bersifat
formalitas oleh kebanyakan kaum muslimin dari semua k
alangan
dan latar belakang pendidikannya. Apalagi Al-Hadits maupun kalam-kalam
hikmah yang dihasilkan oleh pakar-pakar muslim yang bijak dan
berakhlaqul karimah sudah semakin tidak terdengar lagi faedah dan
manfa’atnya bagi peningkatan kualitas perilaku dan akhlaq kaum muslimin
itu sendiri, sehingga seakan-akan menjadi bom waktu yang akan membunuh
dan menenggelamkan eksistensi serta keberadaan kaum muslimin di abad
millennium yang bersifat kompetitif.

40.jpgPemuda
sebagai bagian generasi penerus cita-cita luhur perjuangan agama di
masa mendatang tentunya bukan saja dituntut untuk meningkatkan kualitas
intelektualnya. Akan tetapi tidak kalah pentingnya harus ditunjang
dengan keluhuran budi pekerti, keistiqomahan ibadah, kefahaman aqidah
dan syari’ah serta keberanian menegakkan kebenaran di tengah-tengah
kebathilan yang semakin menggurita dan menggerogoti sendi-sendi
kemulyaan agama Islam.

Sudah
menjadi kenyataan bahkan membudaya tradisi tutup tahun ditandai dengan
berbagai macam kegiatan-kegiatan yang bersifat hura-hura, mubadzir,
mudhorot, sia-sia dan merugikan baik secara materi maupun non materi.

50.jpgPesantren
sebagai benteng kokoh utama sekaligus sebagai salah satu pelaku utama
penerjemah konsep-konsep agama dalam kehidupan bermasyarakat dan
bernegara, tentunya ikut bertanggug jawab menyelamatkan masyarakat
muslim pada umumnya dan muda-mudi pada khususnya agar tidak hanyut dan
ikut pada perilaku dan  budaya  bathil  yang
sengaja di desain sedemikian rupa sehingga memberikan daya tarik yang
sangat kuat untuk mempengaruhi dan merubah kepribadian muslim menjadi
pribadi jahiliyah modern.

Berdasarkan
kenyataan di atas maka lembaga pendidikan sosial kemasyarakatan Pondok
Pesantren Nurul Ulum Kebonsari Malang, memberikan alternatif kegiatan
yang bersifat positif dan bernafaskan Islam yang dikemas dalam acara
Renungan Suci Malam Tahun Baru.

Berangkat
dari kegiatan yang bersifat positif yang berorientasi pada syariat dan
berlandaskan pada Al-Quran dan Hadits, serta bercermin pada ahlaqul
karimah, marilah kita tutup akhir tahun 2007 dan kita songsong tahun
baru 2008 dengan peningkatan kualitas dan kuantitas amaliyah, ukhuwah
wathoniyah, insaniyah, islamiyah dan ubudiyah.

       

Resep makanan ciNta

Monday, May 26th, 2008

Resep makanan ciNta
(kiriman dari teman)

BAHAN:
> 1 pria sehat, 1 wanita sehat, 100% Komitmen, 2 pasang restu orang tua, 1
botol kasih sayang murni.

BUMBU:
> 1 balok besar humor, 25 gr rekreasi, 1 bungkus doa, 2 sendok teh
telpon-telponan, Semuanya diaduk hingga merata dan mengembang.

TIPS:
> Pilih pria dan wanita yang benar-benar matang dan seimbang.
> Jangan yang satu terlalu tua dan yang lainnya terlalu muda karena dapat
mempengaruhi kelezatan (sebaiknya dibeli di toserba bernama TEMPAT IBADAH,
walaupun agak jual mahal tapi mutunya terjamin.)
> Jangan beli di pasar yang bernama DISKOTIK atau PARTY karena walaupun
modelnya bagus dan harum baunya tapi kadang menipu konsumen atau kadang
menggunakan zat pewarna yang bisa merusak kesehatan.
> Gunakan Kasih sayang cap ‘IMAN, HARAP & KASIH’ yang telah mendapatkan
penghargaan ISO dari Departemen Kesehatan dan Kerohanian

Cara Memasak :
> Pria dan Wanita dicuci bersih, buang semua masa lalunya sehingga tersisa
niat yang murni.
> Siapkan loyang yang telah diolesi dengan komitmen dan restu orang tua
secara merata.
> Masukkan niat yang murni ke dalam loyang dan panggang dengan api cinta,
merata sekitar 30 menit di depan penghulu.
> Biarkan di dalam loyang tadi dan sirami dengan semua bumbu di atas.
> Kue siap dinikmati.

Catatan: Kue ini dapat dinikmati oleh pembuatnya seumur hidup dan paling
enak dinikmati dalam keadaan kasih yang hangat. Tapi kalau sudah agak
dingin, tambahkan lagi humor segar secukupnya, rekreasi sesuai selera,
serta beberapa potong doa kemudian dihangatkan lagi di oven bermerek
‘Tempat Ibadah’ diatas api cinta. Setelah mulai hangat, jangan lupa
telepon-teleponan bila berjauhan.

“Ojt Trana, NPLCT”

Ndeso (kiriman dr teman)

Saturday, May 24th, 2008

Deso (baca ndeso) itulah sebutan untuk orang yang norak, kampungan, udik, shock culture, Countrified dan sejenisnya. Ketika mengalami atau merasakan sesuatu yang baru dan sangat mengagumkan, maka ia merasa takjub dan sangat senang, sehingga ingin terus menikmati dan
tidak ingin lepas, kalau perlu yang lebih dari itu. Kemudian ia menganggap hanya dia atau hanya segelintir orang yang baru merasakan
dan mengalaminya. Maka ia mulai atraktif, memamerkan dan sekaligus mengajak orang lain untuk turut merasakan dan menikmatinya, dengan
harapan orang yang diajak juga sama terkagum-kagum sama seperti dia.

Lebih dari itu ia berharap agar orang lain juga mendukung terhadap langkah-langkah untuk menikmatinya terus-menerus. Hal ini biasa, seperti saya juga sering mengalami hal demikian, tetapi kita terus berupaya untuk terus belajar dari sejarah, pengalaman orang lain, serta belajar bagaimana caranya tidak jadi orang norak, kampungan alias deso.

Semua kampus di Jepang penuh dengan sepeda, tak terkecuali dekan atau bahkan Rektorpun ada yang naik sepeda datang ke kampus.
Sementara si Pemilik perusahaan Honda tinggal di sebuah apartemen yang sederhana. Ketika beberapa pengusaha ingin memberi pinjaman
kepada pemerintah Indonesia mereka menjemput pejabat Indonesia di Narita. Dari Tokyo naik kendaraan umum, sementara yang akan
dijemput, pejabat Indonesia naik mobil dinas Kedutaan yaitu mercy.

Ketika saya di Australia berkesempatan melihat sebuah acara ceremony dari jarak yang sangat dekat, dihadiri oleh pejabat setingkat menteri, saya tertarik mengamati pada mobil yang mereka pakai Merk Holden baru yang paling murah untuk ukuran Australia. Yang menarik, para pengawalnya tidak terlihat karena tidak berbeda penampilannya dengan tamu-tamu, kalau tidak jeli mengamati kita tidak tahu mana pengawalnya.
Di Sidney saya berkenalan dengan seorang pelayan restoran Thailand . Dia seorang warga Negara Malaysia keturunan cina, sudah selesai S3,
sekarang lagi mengikuti program Post Doc, Dia anak serorang pengusaha yang kaya raya.
Tidak mau menggunakan fasilitas orang tuanya malah jadi pelayan. Dia juga sebenarnya dapat beasiswa dari perguruan tingginya.

Satu bulan saya di jepang tidak melihat orang pakai hp communicator, mungkin kelemahan saya mengamati. Dan setelah saya baca Koran
ternyata konsumen terbesar hp communicator adalah Indonesia . Sempat berkenalan juga dengan seorang yang berada di stasiun kereta di
Jepang, ternyata dia anak seorang pejabat tinggi Negara, juga naik kereta. Yang tak kalah serunya saya juga jadi pengamat berbagai
jenis sepatu yang di pakai masyarakat jepang ternyata tak bermerek, wah ini yang deso siapa yaa?

Sulit membedakan tingkat ekonomi seseorang baik di jepang atau di Australia, baik dari penampilannya, bajunya, kendaraannya, atau rumahnya. Kita baru bisa menebak kekayaan seseorang kalau sudah tahu pekerjaan dan jabatanya di perusahaan. Jangan-jangan kalau orang jepang diajak ke Pondok Indah bisa Pingsan melihat rumah segitu gede dan mewahnya. Rata-rata rumah disana memiliki tinggi plafon yang bisa dijambak dengan tangan hanya dengan melompat. Sehingga duduknyapun banyak yang lesehan.

Sampai akhir hayatnya Rasulullah tidak membuat istana Negara dan Benteng Pertahanan (khandaq hanyalah strategi sesaat, untuk perang
ahzab saja), padahal Rasulullah sudah sangat mengenal kemawahan istana raja-raja Negara sekelilingnya, karena Beliau punya pengalaman berdagang. Ternyata Beliau tidak menjadi silau terus ikut-ikutan latah ingin seperti orang-orang. Lalu dimana aktivitas kenegaraan dilakukan? Mengingat beliau sebagai kepala Negara.  Jawabannya ya di masjid.

Beliau punya banyak jalan yang legal untuk bisa membangun istana. Di Mekkah nikah dengan janda kaya, di madinah jadi kepala Negara, punya
hak prerogative dalam mengatur harta rampasan perang dan ada jatah dari Allah untuk dipergunakan sekehendak beliau, belum hadiah dari
raja-raja. Tetapi mengapa beliau sering kelaparan, ganjal perut dengan batu, puasa sunnah niatnya siang hari, shalat sambil duduk menahan perih perut dan seterusnya.

Ketika Indonesia sedang terpuruk, Hutang lagi numpuk, rakyat banyak yang mulai ngamuk, Negara sedang kere, banyak yang antri beras, minyak tanah, minyak goreng dll. Maka harga diri kita tidak bisa diangkat dengan medali emas turnamen olah raga, sewa pemain asing, banyak ceremonial yang gonta-ganti baju seragam, baju dinas, merek mobil, proyek mercusuar, dll, dsb, dst

Bangsa ini akan naik harga dirinya kalo utang sudah lunas, kelaparan tidak ada lagi, tidak ada pengamen dan pengemis, tidak ada lagi WTS (di Malaysia "Wanita Tak Senonoh") , angka kriminal rendah, korupsi berkurang, punya posisi tawar terhadap kekuatan global. Maka orang Deso (alias norak) tidak mampu mengatasi krisis karena tidak bisa menjadikan krisis sebagai paradigma dalam menyusun APBD dan APBN.
Nah karena yang menyusun orang-orang norak maka asumsi dan paradigma yang dipakai adalah Negara normal atau bahkan mengikut Negara maju.
Bayangkan ada daerah yang menganggarkan Sepak Bola 17 Milyar sementara anggaran kesranya 100 juta, wiiieh!

Akhirnya penyakit norak ini menjadi wabah yang sangat mengerikan dari atas sampai bawah :

- Orang bisa antri Raskin sambil pegang hp
- Pelajar bisa nunggak SPP sambil merokok
- Orang tua lupa siapkan SPP, karena terpakai untk beli tv dan kulkas
- Orang bule mabuk krn kelebihan uang, Orang kampung mabuk beli minuman patungan
- Pengemis bisa pake walkman sambil goyang kepala
- Para Pengungsi bisa berjoged dalam tendanya
- Orang beli Gelar akademis di ruko-ruko tanpa kuliah
- Ijazah S3 luar negeri bisa di beli sebuah rumah petakan gang sempit di cibubur
- Kelihatannya orang sibuk ternyata masih sering keluar masuk Mc Donald
- Kelihatannnya orang penting, ternyata sangat tahu detail dunia persepakbolaan.
- Kelihatan seperti aktivis tapi habis waktu untuk mencetin hp
- 62 tahun merdeka, lomba-lombanya masih makan kerupuk saja
- Agar rakyat tidak kelaparan maka para pejabatnya dansa dansi di acara tembang kenangan.
- Agar kampanye menang harus berani sewa bokong-bokong bahenol ngebor
- Agar masyarakat cerdas maka sajikan lagu goyang dombret dan wakuncar
- Agar bisa disebut terbuka maka harus bisa buka-bukaan
- Agar kelihatan inklusif mk hrs bisa menggandeng siapa saja, kl perlu jin tomang jg digandeng

Yang lebih mengerikan lagi adalah supaya kita tidak terlihat kere, maka harus bisa tampil keren.
Makin kiamatlah kalo si kere tidak tahu dirinya kere.

Oleh : Ika S. Creech *)

*) Penulis adalah Putra Indonesia Asli, kini bertempat tinggal di Paris, Perancis dan bekerja sebagai Pembawa Acara di salah satu stasiun di Perancis.